Pelemahan Minyak Future Pada Jam Perdagangan Asia
- Feb 24, 2017
- 2 min read
Rifanfinancindo - Semarang, Harga minyak mentah melayang lemah di sesi Asia pada hari Jumat menjelang rilis angka jumlah rig AS yang merupakan bagian dari pasokan mingguan dan gambaran permintaan AS ke depan.Di Bursa Perdagangan New York minyak mentah berjangka untuk pengiriman April turun 0,17% ke $54,36 per barel, sementara di Bursa Intercontinental London, Brent terakhir dikutip pada $56,49 per barel.Pada hari Jumat, angka mingguan penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, aktivitas rig AS akan dirilis. Pekan lalu, Baker Hughes mengatakan jumlah rig aktif pengeboran minyak AS naik enam, peningkatan mingguan kelima berturut-turut. Hal itu menjadikan jumlah totalnya 597, terbesar November 2015.Semalam, minyak mentah berjangka ditutup lebih tinggi pada hari Kamis, setelah laporan terbaru Badan Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan kejutan penurunan persediaan AS.
Harga minyak menetap lebih tinggi, didukung oleh data persediaan bullish, yang mengurangi kekhawatiran bahwa tingkat rekor pasokan dapat mengekang upaya OPEC untuk memperbaiki ketidakseimbangan permintaan dan penawaran di industri minyak.Untuk pekan yang berakhir 17 Februari, Badan Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mengatakan bahwa persediaan minyak mentah naik hanya 0,564 juta dibandingkan dengan perkiraan peningkatan 3,745 juta barel. Persediaan bensin menurun 2,628 juta terhadap ekspektasi hasil sama hanya sebanyak 0,888 juta barel sementara stok distilat turun 4,924 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 0,483 juta.Harga minyak mentah tetap terdukung oleh OPEC, setelah grup minyak itu mengisyaratkan kemungkinan pemotongan lebih lanjut, menyusul komentar dari Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammed Barkindo.
Pada November tahun lalu, OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia sepakat untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) dalam upaya untuk memerangi masalah kelebihan pasokan yang telah menekan harga lebih rendah selama dua tahun terakhir.Sebuah komite dari negara-negara OPEC dan non-OPEC yang bertemu pekan ini menyatakan negara-negara di luar grup itu berhasil di level 86% dari 558.000 barel per hari memotong kuota pada bulan Januari dengan produsen utama Rusia dalam kelompok dan eksportir terbesar kedua di dunia tersebut setelah Arab Saudi. OPEC dijadwalkan untuk bertemu pada akhir Maret untuk meninjau keseluruhan kepatuhan kesepakatan tersebut.
Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan April diperdagangkan pada USD54,32 per barrel pada waktu penulisan, menurun 0,24%. Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per barrel. Minyak metahkemungkinan akan mendapat support pada USD53,35 dan resistance pada USD54,94. Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,10% dan diperdagangkan pada USD101,05. Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan April jatuh 0,07% dan diperdagangkan pada USD56,45 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD2,13 per barrel.

Comments