Euro Naik Ke 1.0591 Seiring Yen Naik Tipis Ke 113.90
- Mar 7, 2017
- 2 min read
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Rifan Financindo - Semarang, Pasangan EURUSD menguat pada sesi Asia, Selasa, menjelang keputusan bank sentral Eropa (ECB) mengenai penetapan suku bunga acuan Kamis lusa. Faktor ketidakpastian politik di Perancis dan Belanda masih menjadi pertimbangan keputusan European Central Bank.Pada pukul 11.45 WIB, EURUSD diperdagangkan naik 0,12% atau 13 pip ke 1.0591.
EUR/USD turun menjauhi level 1.0600 pada perdagangan Senin kemarin karena pelaku pasar bersikap wait and see mencerna hasil keputusan pertemuan ECB Kamis lusa dan juga hasil pertemuan Federal Reserve pekan depan, juga terkait penetapan suku bunga. “Kamis pekan ini, ECB akan mengumumkan keputusan penetapan bunga dengan pelaku pasar umumnya memprediksi tidak berubah. Pekan ini dan pekan depan kita akan lihat pengumuman kebijakan moneter,” ujar Yann Quelenn, analis pasar Swissquote Bank.Menurutnya, ketidakpastian politik masih menjadi pusat perhatian di pertemuan ECB.
Ia yakin perkembangan politik jelang pemilihan di Perancis dan Belanda akan mencegah ECB membuat perbahan kebijakan moneter. Marine Le Pen dan Geert Wilders, dua tokoh pro keluar Uni Eropa dari Perancis dan Belanda mendominasi polling sehingga mengkhawatirkan masa depan Uni Eropa.Data serapan tenaga kerja di luar sektor pertanian AS yang akan keluar Jumat ini juga akan menjadi perhatian pelaku pasar dan penentu pergerakan pasangan ini ke depan.
USDJPY pada perdagangan sesi Asia, Selasa (7/3), diperdagangkan lebih tinggi dari perdagangan Senin kemarin. Data ekonomi AS menjadi penopang kenaikan tipis pasangan ini di sisi lain faktor risiko politik di semenanjung Korea menjadi pemberat langkah kenaikan.
USDJPY diperdagangkan di 113.90 pukul 10.30 WIB atau naik 5 pip dari penutupan kemarin.
Data dari AS Senin malam menunjukkan adanya peningkatan pemesanan pabrik selama Januari lalu dimana US Factory Orders tumbuh 1.2%. Kendati demikian, dibandingkan bulan sebelumnya terjadi perlambatan karena di Desember tumbuh 1.3%. Sementara US Durable Goods Orders naik dari sebelumnya 1.8% menjadi 2.0%.
Ujicoba rudal Korea Utara (Korut) akhir pekan lalu menjadikan minat terhadap aset non risiko seperti yen meningkat. Demand terhadap yen sebagai safe haven meningkat usai ujicoba peluncuran empat rudal Korut ini.
Baca juga : Saham AS Merosot Berimbas Saham Asia Meroket

Comments