top of page

Indeks Saham Cina Naik, Inflasi Jepang Bukukan Kenaikan

  • Mar 30, 2017
  • 2 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo - Semarang, Indeks pabrik resmi China naik ke level tertinggi dalam hampir lima tahun, menunjukkan bukti terbaru dari pengumpulan momentum dalam perekonomian negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.Indeks PMI manufaktur menjadi 51,8 pada bulan Maret, dibandingkan dengan perkiraab ekonom bahwa angka untuk indeks itu akan cocok dengan pembacaan November sebesar 51,7. Indeks PMI non-manufaktur naik ke tingkat tertinggi dua tahun menjadi 55,1 dari 54,2 bulan lalu. Angka di atas 50 menunjukkan kondisi membaik.Kekuatan baru mengikuti rebound pabrik sejak pertengahan 2016, sementara output industri dan investasi swasta juga telah naik. Namun, gambar yang lebih cerah telah didorong oleh lonjakan harga produsen yang mungkin dekat dengan puncaknya, dan pemerintah bekerja untuk membendung pembengkakan risiko keuangan dengan mengekang pinjaman yang berlebihan.œFakta bahwa penguatan merupakan hal yang nyata adalah dengan PMI non-manufaktur yang menunjukkan bahwa ada dasar cerita bagus yang terjadi di sini, kata James Laurenceson, wakil direktur Lembaga Australia-China Relations di University of Technology di Sydney. œManufaktur merupakan hal yang anda harapkan dalam melihat efek yang timbul dari stimulus.Pesanan baru meningkat ke posisi tertinggi hampir tiga tahun menjadi 53,3 dari 53, Biro Statistik Nasional mengatakan, sementara pesanan ekspor baru naik menjadi 51, yang merupakan tingkat tertinggi dalam hampir lima tahun. Pembacaan untuk perusahaan besar menjadi yang terkuat di angka 53,3 sedangkan perusahaan menengah berdiri di angka 50,4 dan perusahaan kecil di 48,6.

Harga konsumen inti Jepang naik sedikit untuk bulan kedua di bulan Februari, sementara tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak tahun 1994.

Harga konsumen tidak termasuk makanan segar naik 0,2 persen pada Februari dari tahun sebelumnya (perkiraan 0,2 persen), membukukan keuntungan beruntun pertama sejak akhir 2015.

Mengecualikan makanan segar dan energi, harga konsumen naik 0,1 persen (perkiraan 0,1 persen).

Pengeluaran rumah tangga turun 3,8 persen pada Februari (perkiraan turun 1,7 persen).

Tingkat pengangguran 2,8 persen (perkiraan 3 persen) pada bulan Februari.

Banyak ekonom mengharapkan harga minyak yang lebih tinggi dan pelemahan yen untuk mendorong inflasi inti hingga mendekati 1 persen akhir tahun ini. Namun, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda telah memperingatkan bahwa momentum harga menuju target bank sentral sebesar 2 persen tidak cukup, dan bahwa ia akan membutuhkan bukti kuat dari inflasi dasar sebelum menaikkan target suku bunga kunci jangka panjang. Untuk saat ini, ada sedikit tanda-tanda inflasi berkelanjutan, dengan kenaikan upah yang lemah selama negosiasi musim semi yang mana menunjukkan belanja konsumen kemungkinan akan tetap terkendali.

Meningkatnya kekhawatiran tentang kemampuan Donald Trump untuk menerapkan strategi pro-pertumbuhan-nya telah meningkatkan yen selama dua minggu terakhir, menggarisbawahi ketidakpastian dalam prospek inflasi dan pertumbuhan di Jepang.

Rasio job-to-applicant yakni 1,43 (diperkirakan 1,44).

Secara keseluruhan harga konsumen naik 0,3 persen dari tahun lalu (perkiraan 0,2 persen).

Harga konsumen Maret di Tokyo tidak termasuk makanan segar, indikator utama untuk harga nasional, turun 0,4 persen (perkiraan turun 0.2 persen).

Produksi industri naik 2,0 persen pada Februari dari bulan sebelumnya (perkiraan 1,2 persen).


 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page