Klarifikasi Pihak United Airlines Tentang Insiden Pengusiran Penumpang
- Apr 12, 2017
- 3 min read
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
PT RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Maskapai United Airlines menuai kecaman keras atas insiden pengusiran paksa seorang penumpang. Direktur Utama maskapai penerbangan Amerika Serikat tersebut, Oscar Munoz telah meminta maaf atas peristiwa itu. Pihak United menyampaikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Juru bicara United, Jonathan Guerin mengatakan seperti dilansir USA Today,Rabu (12/4/2017), keseluruhan 70 kursi penumpang di penerbangan domestik United Express Flight 3411 pada Minggu (9/4) di Bandara O'Hare, Chicago telah terisi penuh. Namun di menit-menit terakhir menjelang keberangkatan pesawat, empat kru United harus menumpang pesawat tersebut karena mereka harus segera bertugas di Louisville. Maka pihak United dan afiliasi regionalnya Republic Airlines, yang mengoperasikan penerbangan tersebut, memilih empat penumpang untuk diturunkan dari pesawat agar keempat kru United bisa ikut. Awalnya United menawarkan, jika ada empat orang yang mau turun secara sukarela, maka akan diberi kompensasi uang berikut penginapan di hotel sebesar US$ 1.000. Namun karena tidak ada yang mau, sehingga empat orang tersebut dipilih secara acak. Dikatakan Guerin, pemilihan penumpang didasarkan pada kombinasi kriteria yang disebutkan dalam kontrak pengangkutan United, termasuk statusfrequent-flier, jenis tiket, waktu check-in dan implikasi penerbangan lanjutan dan lainnya.
Disebutkan Guerin, saat itu, tiga penumpang yang dipilih, tidak menolak dan turun dari pesawat dengan tenang. Namun penumpang keempat yang dipilih, David Dao, seorang dokter asal Kentucky, menolak untuk turun. Setelah itu seperti yang terlihat dalam rekaman video yang ramai dibahas di internet, staf maskapai memanggil petugas keamanan bandara dan dokter tersebut diturunkan secara paksa, bahkan sampai terluka dengan wajah berdarah-darah. Dilaporkan bahwa wajah Dao terluka setelah terbentur sandaran tangan kursi saat insiden berlangsung. CEO United Airlines Oscar Munoz berjanji bahwa perusahaan akan melakukan peninjauan mendalam atas prosedur-prosedur maskapai tersebut. "Termasuk bagaimana kami menangani situasi kelebihan penjualan dan bagaimana maskapai bermitra dengan otoritas bandara dan penegak hukum," ujar Munoz. Dikatakan Munoz, dirinya berjanji akan merilis hasil peninjauan tersebut pada akhir bulan ini.
Keluarga Dao menyatakan mereka sangat menghargai banyaknya dukungan yang diberikan pada mereka terkait peristiwa tersebut. Belum diketahui apakah keluarga Dao akan mengajukan gugatan terhadap United. "Keluarga Dr. Dao ingin dunia mengetahui bahwa mereka sangat menghargai banyaknya doa, kepedulian dan dukungan yang mereka terima," demikian disampaikan pihak keluarga Dao dalam statemen yang dirilis pengacara Chicago, Stephen L. Golan. "Saat ini, mereka hanya fokus pada perawatan dan penanganan medis Dr. Dao," demikian disampaikan seperti dilansir media ABC7 Chicago, Rabu (12/4/2017). Selain Golan, keluarga Dao juga didampingi oleh pengacara penerbangan Chicago, Thomas A. Demetrio. Maskapai United Airlines menuai banyak kecaman sejak beredarnya video pada Minggu (9/4) yang memperlihatkan seorang pria dipaksa turun dari pesawat di Bandara O'Hare, Chicago, AS. Tampak dalam video, pria berusia 69 tahun yang diidentifikasi sebagai Dr. David Dao tersebut, ditarik paksa dari kursinya oleh petugas keamanan bandara dan diseret di lantai. Saat itu para penumpang yang lain menatap dengan ngeri sambil ikut berteriak ketakutan. Setelah ramai di medsos, pihak United Airlines memberikan penjelasan atas insiden itu. Disebutkan bahwa penerbangan tersebut kelebihan penumpang karena United harus menerbangkan empat stafnya, sehingga harus ada empat penumpang yang dikorbankan untuk turun pesawat. Awalnya, United menawarkan, jika ada empat orang yang mau turun secara sukarela, maka akan diberi kompensasi uang berikut penginapan di hotel. Namun tidak ada yang mau, sehingga empat orang tersebut dipilih secara random. Salah satu penumpang yang terpilih, Dr. David Dao tetap menolak turun dengan alasan dia adalah seorang dokter dan perlu merawat pasien di tempat tujuan. Pihak maskapai lalu memanggil petugas keamanan bandara dan dokter tersebut diturunkan secara paksa, bahkan sampai terluka dengan wajah berdarah-darah.

Comments