top of page

JOGJA MARATHON HADIRKAN TOKOH-TOKOH PENTING

  • Apr 25, 2017
  • 3 min read

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA


Rifan Financindo - Semarang, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2017 di kawasan Candi Prambanan, Minggu, 23 April 2017. Event yang digelar Dinas Pariwisata DIY ini diikuti 5.800 pesera, baik yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara."Saya menyambut baik acara ini. Kita ingin ada objek wisata di Jawa Tengah yang kita jadikan sebagai icon untuk marathon juga seperti di Asia Tenggara," ujarnya usai membuka sekaligus melepas para peserta dari kategori full marathon (42,2 kilometer) di kawasan Candi Prambanan.Sri Sultan berharap kalau sudah berjalan 2-3 tahun, Mandiri Jogja Marathon ini bisa menjadi acara internasional, sehingga nanti bisa menarik banyak orang asing juga untuk datang ke DIY, khususnya untuk lari marathon. "Sekarang memang masih terlihat kebanyakan domestik," tuturnya..Menurut dia, selama ini Jogja memang sudah sebagai kota wisata, tapi belum pernah ada event sport yang besar seperti Mandiri Jogja Marathon ini. "Jadi kita ingin menjadikan event ini sebagai icon yang akan membuat ketenaran Prambanan di dunia internasional," katannya.Berbeda dengan Jakarta Maratahon, MJM ini menghindari jalur-jalur protokol. Dengan demikian, para peserta lomba akan dapat menikmati karakter kota, pemandangan alam, dan budaya Jogja. Event sport tourism atau wisata olahraga yang dilaksanakan di kawasan cagar budaya dan heritage ini, diharapkan akan mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).MJM 2017 melombakan empat kategori, yang terdiri dari full marathon (42,2 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), kategori 10 kilometer dan 5 kilometer, serta kategori Mandiri Community Challenge yang mengadu 5 komunitas lari se-Indonesia sejauh 42 kilometer dan 5 komunitas yang berlari sejauh 21 kilometer.Peserta melintasi 13 desa yang ada di DIY, di antaranya Desa Tirta Martani, Desa Purwo Martini, Desa Sukaharjo, Desa Umbul Martini, Desa Widodo Martini, Desa Selo Martini, Desa Taman Martini, Desa Kebon Dalam Lor Jawa Tengah, dan Desa Kokosan. Selain itu para paserta juga melewati beberapa candi sepertiCandi Plaosan Lor, Candi Kidul Plaosan, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Prambanan.Kendati aspek budaya dan pemandangan menjadi sorotan utama, tidak berarti MJM 2017 tidak memberikan rute yang menantang kepada para pelari. Pada jarak tempuh 8-18 kilometer, para paserta akan dihadapkan pada jalan-jalan menanjak dan menurun.Selain 11 pelari internasional dari empat negara dan 20 pelari nasional seperti Agus Prayogo, MJM juga diikuti oleh para duta besar negara tetangga. MJM 2017 ini memperebutkan otal hadiah sebesar Rp 783 juta selain medali dan voucher e-Money senilai Rp 50.000.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi hadir untuk melepas peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2017 untuk kategori 5 kilometer. Kehadiran Retno ini diharapkan bisa menarik peserta asing untuk lebih banyak lagi ikut dalam event serupa tahun depan.


Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Rohan Hafas, ada 20 Duta Besar Negara Asing yang hadir dalam acara ini. "Kita berharap para kedubes ini nantinya bisa menceritakan mengenai keindahan di kawasan Candi Prambanan ini di negara mereka masing-masing," katanya.


Salah seorang peserta dari Hongkong mengatakan bahwa pemandangan di sekitar Candi Prambanan ini sangat menakjubkan dan luar biasa. "Saat saya tadi melintasi beberapa desa dan candi, saya merasakan sesuatu yang luar biasa yang belum pernah saya lihat selama ini," ujarnya.


Karenanya, dia berharap acara marathon ini bisa menjadi event internasional, sehiingga bisa menarik lebih banyak lagi rekan-rekan senegaranya untuk mengikutinya.


Hal senada juga diutarakan Stephen dari Jerman. Dia mengatakan ini marathon yang sangat indah, dimana bisa menikmati candi-candi yang indah. "Saya sangat menyukainya. Saya akan menceritakan ini kepada teman-teman saya di Jerman dan akan menunjukkan foto-foto saya tadi ke mereka," tuturnya.


Mandiri Jogja Marathon 2017 merupakan sport tourism atau wisata olahraga yang dilaksanakan di kawasan cagar budaya dan heritage, sehingga diharapkan akan mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).


Event marathon in melombakan empat kategori, yang terdiri dari full marathon (42,2 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), kategori 10 kilometer dan 5 kilometer, serta kategori Mandiri Community Challenge yang mengadu 5 komunitas lari se-Indonesia sejauh 42 kilometer dan 5 komunitas yang berlari sejauh 21 kilometer.


Peserta melintasi 13 desa yang ada di DIY, di antaranya Desa Tirta Martani, Desa Purwo Martini, Desa Sukaharjo, Desa Umbul Martini, Desa Widodo Martini, Desa Selo Martini, Desa Taman Martini, Desa Kebon Dalam Lor Jawa Tengah, dan Desa Kokosan. Selain itu para paserta juga melewati beberapa candi seperti


Candi Plaosan Lor, Candi Kidul Plaosan, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Prambanan.


Kendati aspek budaya dan pemandangan menjadi sorotan utama, tidak berarti MJM 2017 tidak memberikan rute yang menantang kepada para pelari. Pada jarak tempuh 8-18 kilometer, para paserta akan dihadapkan pada jalan-jalan menanjak dan menurun.



Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page