KETIKA KERJA MENJENUHKAN DAN KETIKA MUSIK MENYELESAIKAN SEMUA
- Apr 27, 2017
- 3 min read
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
PT Rifan Financindo - Semarang, Satu-satunya hal yang lebih buruk dari membenci pekerjaan Anda adalah, merasa tak punya keberanian untuk berhentidan mengundurkan diri, karena Anda tak tahu pekerjan lain apa yang bisa membuat Anda lebih bahagia.
Bill Burnett dan Dave Evans menyebutnya sebagai “jalan buntu”. Dan cara terbaik keluar dari jalan buntu itu adalahdengan membuat peta pikiran.
Burnett dan Evans adalah partner mengajar sebuah kelas yang disebut “Designing Your Life” di program desain Universitas Stanford.
Mereka juga telah menerbitkan buu dengan judul yang sama. Dalam bukunya mereka mmenjelaskan bagaimana menciptakan peta pikiran dan mengapa itu berhasil.
Peta pikiran adalah hasil nyata dari permainan bebas yang terkait dengan karir Anda. Beginilah cara memulai:
Langkah 1: Pilih topik
Pilih satu hal yang bisa membuat Anda bahagia. Misalnya, Anda senang bertemu orang dan merancang sebuah acara, event organizer atau public relations bisa menjadi pilihan.
Langkah 2: Tuliskan lima atau enam hal terkait ide asli
Ambil hal pertama yang muncul di pikiran Anda. Kemudian tuliskan lima atau enam kata terkait hal tersebut.
Ulangi proses pikiran bebas ini untuk kedua kalinya, temukan hal kedua yang muncul di pikiran, tuliskan lima kata terkait hal itu dan terus lanjutkan sampai Anda memiliki tiga hal. Beri jeda lima menit sebelum memikirkan hal baru.
Langkah 3: Buatlah koneksi sekunder
Lingkari beberapa kata dari tiga hal tadi yang paling menarik perhatian Anda. Kemudian cobalah menggabungkannya menjadi ide baru.
Bisa juga kata yang satu dengan yang lain tak berkaitan, tapi setidaknya dari sini Anda bisa menemukan apa yang Anda suka dan pekerjaan apa yang cocok di hati.
Burnett dan Evans menegaskan bahwa peta pikiran menggunakan dua pemikiran utama , yaitu “Anda memilih lebih baik ketika Anda memiliki banyak ide bagus untuk dipilih” dan “Anda tak pernah memilih solusi pertama dalam setiap masalah”.
Dengan kata lain, ketika Anda tida-tiba menemukan apa yang Anda suka, belum tentu hal itu mudah dilakukan dan dicapai.
Luangkan waktu untuk memikirkannya masak-masak dan ajak otak Anda lebih kreatif untuk mendapatkan solusi yang lebih baik. Mencari jalan untuk mencapainya.
“Seringkali kita harus melalui gagasan liar untuk mencapai ide bagus yang dapat ditindaklanjuti," tulis Burnett dan Evans dalam bukunya.
MUSIK ternyata mempunyai manfaat yang banyak, tidak hanya sebagai penghibur di saat bad mood. Ternyata dengan mendengarkan musik,bisa membantu menyelesaikan pekerjaan.
Saat Anda merasa kantor terbuka begitu bising dengan suara orang mengobrol, pasti Anda memilih menutup telinga dengan earphone. Anda menyetel musik kesukaan aga bisa fokus bekerja. Rekan kerja pun paham kalau Anda sedang tidak mau diganggu.
Ya, mendengarkan musik favorit memang bisa membuat Anda lebih bahagia. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Music Therapy, musik yang menjadi kegemaran Anda bisa menurunkan ketegangan.
Anda juga bisa lebih produktif di tengah-tengah situasi stres. Anda bisa mendapat manfaat lebih banyak dari musik jika tahu caranya. Berikut tips memilih musik yang tepat untuk setiap pekerjaan di kantor dari Lifehacker.com.
Pilih musik yang pernah didengar untuk mengerjakan tugas sederhana
Sebuah penelitian membuktikan bahwa musik bisa membantu meningkatkan produktivitas seseorang yang sedang mengerjakan tugas repetitif dan membosankan. Jadi, jika And aharus melakukan pekerjaan monoton, seperti menjawab email atau menyalin data, maka pasang earphone Anda dan putar musik yang sering didengar. Mungkin Anda bisa memilih lagu-lagu “top 40” untuk pekan ini. Lagu-lagu yang selalu dinyanyikan di televisi dan disenandungkan banyak orang. Anda akan mengerjakan tugas dengan cara yang menyenangkan. Waktu akan berlalu begitu saja, dan tanpa terasa, tugas Anda sudah selesai.
Pilih musik instrumental untuk mengiringi pekerjaan yang kompleks
Saat Anda harus memelajari dokumen proyek, maka Anda butuh konsentrasi penuh. Suara sedikit saja bisa mengganggu. Sebab, otak Anda harus bekerja keras untuk memahami data dan fakta. Anda akan sulit membagi otak Anda untuk memikirkan pekerjaan dan mendengarkan musik. Maka, sebaiknya, Anda membaca berkas dalam suasana yang hening.
Namun, ketika Anda harus melakukan tugas kompleks dan butuh konsentrasi di tengah kantor yang berisik, maka Anda bisa menutup telinga dengan earphone. Anda bisa memasang musik klasik atau instrumental tanpa vokal penyanyi. Musik jenis ini bisa meningkatkan performa mental.
Sebuah penelitian dari Journal of the American Medical Association menyebutkan bahwa ahli bedah akan bekerja lebih akurat saat mendengar musik favoritnya diputar. Sementara penulis ternama Stephen King merasa sangat produktif saat mendengarkan lagu rock Metallica dan Anthrax. Itulah keajaiban dari musik. Jadi, kalau Anda sudah mendapat pekerjaan impian. Jika Anda bisa melakukan pekerjaan yang disukai. Maka, dengarkan musik dari penyanyi atau band favorit. Mak hasil kerja Anda akan lebih optimal.
Tempo musik yang tepat untuk pekerjaan kreatif
Dr. Emma Gray dari The British CBT and Counseling Service bekerja sama dengan Spotify untuk meneliti tentang keuntungan tipe musik tertentu pada manusia. Gran menemukan bahwa musik dengan tempo yang berkisar antara 50-80 beat per menit bisa membantu menginduksi keadaan alfa di otak Anda. Pikiran Anda akan menjadi tenang, waspada, dan konsentrasi meningkat.
Gelombang alfa tersebut berkaitan dengan ‘eureka moment’, yaitu keadaan saat pikiran Anda tenang dan fokus, kemudian memunculkan ide cemerlang secara tiba-tiba. Hal ini sangat berguna untuk Anda yang melakukan kerja kreatif. Anda akan menciptakan inovasi baru yang mencengangkan.
BACA JUGA : BUNGA DAN TULISAN TENTANG AHOK

Comments