top of page

TERDUGA TERORIS TERTANGKAP DI KENDAL DAN TEMANGGUNG

  • Jun 19, 2017
  • 3 min read

RIFAN FINANCINDO

Roh merupakan salah seorang terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Roh juga majikan Gito dan sehari‑hari membuka usaha las listrik.

"Yang saya lihat tadi dengan mengendarai dua mobil tiga orang berpakaian preman turun dan masuk rumah, saya tidak mengetahui apa yang dibicarakan dan tak berapa berapa lama bapak keluar dengan tiga orang tersebut dengan posisi tangan diborgol dengan plastik," ujar Gito kepada Tribun Jateng, Minggu siang.

Dalam penangkapan tersebut, ketiga orang yang datang ke rumah Roh dengan cepat membimbing lelaki itu keluar dengan pengawalan ketat. Istri Roh, Nur (35), mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan suaminya dibawa petugas.

Saat dimintai konfirmasi, Nur sembari menutup wajahnya dengan kerudung warna hitam mengaku, kala itu tengah menunggui toko miliknya, dan selebihnya enggan berkomentar.

Kapolres Kendal, AKBP Firman Darmansyah, melalui telepon mengkonfirmasi jika kabar penangkapan tersebut benar adanya. Menurutnya, ada tiga orang yang ditangkap pada hari Minggu kemarin dengan dua orang lain masih belum diketahui identitasnya.

"Satu lagi juga dari Kendal, dan satunya dari Temanggung. Cuma masih belum dibuka semua oleh Densus sehingga belum bisa kami pastikan, di mana tepatnya dua terduga teroris itu tinggal," jelasnya.

Senada, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova juga menjelaskan, penangkapan terduga teroris terjadi di Jawa Tengah dengan lokasi yang berbeda. Sekitar pukul 07.20 di Dusun Kalitengah, Desa Bonjot, Tretep, Temanggung, Densus 88 menangkap AZ alias F alias FM, lalu berlanjut di Kendal. "Dua orang ditangkap di Kendal, satu di Temanggung," ujar Djarod.

Personel Densus juga menggeledah rumah terduga teroris. Hasilnya, ditemukan dua laptop, tiga ponsel, empat flashdisk, dan 10 buku. Sejumlah buku itu berjudul Salafi Pengkhianat, Ritual Bidah, Syarah Asidah, Al Milal Wa Al Mihal, Melumpuhkan Senjata Syetan, Olo Baqiah, Tsawabit Mutaghayyirat, kitab Al Qowah Wal Amaliyah, kitab Tazkiatul Nufus, dan buku presensi pengajian malam Ahad.

Dua orang terduga teroris di Kendal berinisial Z dan R. Z ditangkap di wilayah Desa Payung, Weleri, pada pukul 06.30. "Kalau R ditangkap di Dukuh Bumen, Ringinarum, pada pukul 09.05," ujarnya.

Hasil penggeledahan di Kendal ditemukan sembilan ponsel, dokumen Yayasan Abu Bakar beserta stempel, buku Tauhid dan Jihad.

Djarod menjelaskan, Densus menemukan dua tas, masing‑masing berwarna hitam dan hijau. Isi tas hitam berupa bahan kimia, peralatan kompor, buku‑buku terkait Jihad, kartu identitas Sapala atas nama MM.

"Pemilik tas hitam itu terduga teroris yang meninggal di Tuban," terang Djarod.

Sementara tas warna hijau berisi pakaian, sleeping bag, dan tenda. Densus 88 menyita juga sejumlah alat berupa gerinda, las, kikir, dan bendera merah putih bertuliskan Lailahaillallah. "Penggeledahan selesai sekitar pukul 11.45," ujarnya.

Belum diketahui terkait kegiatan apa terduga teroris tersebut

Satu lagi seorang terduga Teroris ditangkap dk wilayah Kabupaten Kendal, pada Minggu (18/6/2017).

Roh (40) warga Dusun Bumen RT 07 RW 05, Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, ditangkap tiga orang petugas berpakaian preman yang ditengarai merupakan anggota Densus 88.

Dalam penangkapan tersebut, ketiga orang yang datang ke rumah Roh dengan cepat membimbing lelaki itu keluar.

Istri Roh, Nur (35), mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan suaminya dibawa petugas.

Saat dimintai konfirmasi, Nur mengaku kala itu tengah menunggui toko miliknya dan selebihnya enggan berkomentar.

Roh dalam sehari-hari membuka usaha las listrik di rumahnya.

Tidak ada yang mengangka jika terkait jaringan teroris termasuk Gito, salah satu pekerja las listrik milik Roh.

Saat penangkapan, Gito juga mengaku kaget karena mendadak bosnya digiring menuju ke dalam mobil yang dibawa tamu tak dikenal itu.

"Yang saya lihat tadi dengan mengendarai dua mobil tiga orang berpakaian preman turun dan masuk rumah, saya tidak mengetahui apa yang dibicarakan dan tak berapa berapa lama bapak keluar dengan tiga orang tersebut dengan posisi tangan diborgol dengan plastik," ujar Gito.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah melalui telepon mengkonfirmasi jika kabar penangkapan tersebut benar.

Menurutnya, ada tiga orang yang ditangkap pada hari Minggu ini, dengan dua orang lain masih belum diketahui identitasnya.

"Satu lagi juga dari Kendal, dan satunya dari Temanggung. Cuma masih belum dibuka semua oleh Densus sehingga belum bisa kami pastikan, di mana tepatnya dua terduga teroris itu tinggal," jelasnya.

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page