top of page

ARUS BALIK MEMADATI JALAN KARENA HARI LIBUR LEBARAN TELAH USAI

  • Jul 3, 2017
  • 2 min read

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Total penduduk Jakarta yang mudik ke daerah-daerah diperkirakan mencapai 6,4 juta. Namun meski libur Lebaran sudah usai, masih lebih dari 2 juta warga DKI yang belum kembali ke Jakarta. "Jadi yang meninggalkan Jakarta itu sekitar 6,4 juta orang. Itu dihitung terakhir mudik pada saat hari H Lebaran. Nah hari H Lebaran itu masih ada yang pulang, kita catat ada sekitar 460 ribu, jadi semuanya 6,4 juta," ujar Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017). Namun dalam kurun waktu arus balik, tercatat baru ada 4,2 juta penduduk yang kembali ke Jakarta. Artinya, masih ada sekitar 2,2 juta warga yang belum kembali ke Ibu Kota. "Yang balik sekarang ini tercatat 4,2 jutaan. Jadi ada sekitar 2,2 juta yang belum balik, itu yang tercatat," ujar Djarot.

Djarot memastikan Pemprov DKI akan memantau penduduk yang belum kembali ke Jakarta hingga H+14 Lebaran. Dia juga mengingatkan Dinas Pendidikan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar terus mengecek arus balik dan melihat perkembangan terbaru dari data warga per wilayah di Jakarta. "Makanya ini pencatatan nya harus betul-betul akurat karena banyak juga yang dalam tanda kutip tidak tercatat atau tidak mau dicatat, jadi data kita seperti itu. Ada datanya per wilayah sampai dengan 7 hari ke depan yang 2,2 juta yang belum kembali ini," jelasnya. Untuk mendata penduduk yang masuk ke Jakarta, Disdukcapil melakukan bina kependudukan atau biduk. Biduk akan dilakukan melalui pencatatan di tiap RT dan RW hingga H+20 Lebaran nanti. Hingga hari ini, tercatat sudah ada 4,2 juta penduduk yang masuk ke Jakarta. "Itu pencatatan nya ya dari RT, RW, kelurahan, per jenjang. Jadi sekarang ini yang sudah masuk ke kita, yang sudah lagi di Jakarta itu sekitar 4,2 juta," tambah Djarot.

Tol darurat Gringsing-Brebes yang dibuka untuk jalur mudik dan jalur arus balik akan ditutup besok. Tol darurat ini ditutup seiring berakhirnya operasi Ramadniya yang dilaksanakan oleh Polri. "Sesuai informasi Dirlantas untuk jalur fungsional akan berakhir bersamaan dengan akhir operasi Ramadniya pada tanggal 4 Juli 2017," ujar Humas PT Jasa Marga Batang Semarang, Iwan Abriyanto. Iwan mengatakan, penutupan tol darurat itu juga akan diiringi dengan upacara penutupan operasional Lebaran 2017. Dia mengatkan, kemungkinan penutupan tol darurat ini akan dilakukan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. "Penutupan sekaligus dilakukan upacara operasional Lebaran 2017," ujarnya. Tol darurat Brebes-Gringsing ini merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang rencananya akan menghubungkan Jakarta hingga Jawa Timur. Tol darurat Brebes-Gringsing memiliki panjang sekitar 110 km. Tol ini dibuka untuk mengurai kemacetan di jalur arteri Pantura Jawa Tengah yang selalu macet di musim mudik 2017. Awal tol darurat ini berada di Brebes Timur dan berakhir di Desa Gringsing, Batang.

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page