top of page

KEHEBATAN TEAM COOK APPLE

  • Jul 10, 2017
  • 5 min read

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Tim Cook telah menjadi Chief Executive Officer produsen iPhone dan iPad itu sejak tahun 2011, menggantikan sosok legendaris Steve Jobs. Di bawah kepemimpinannya, Apple tetap bertahan menjadi perusahaan teknologi terkemuka di dunia. Memang banyak yang menilai, dia adalah orang yang paling tepat memimpin perusahaan ini. Seperti apa sebenarnya sosok Tim Cook? Berikut beberapa fakta menarik tentang pria berkacamata ini. Lahir di Kota Kecil Tim Cook lahir pada 1 November 1960 di kota kecil bernama Robertsdale yang berlokasi di Alabama, Amerika Serikat. Dia adalah putra dari seorang pekerja galangan kapal bernama Donald dan ibu rumah tangga. Pendidikan menengah atas dihabiskannya di Robertsdale High School. Kemudian, Cook kuliah di Auburn University mengambil jurusan teknik industri. Cook melanjutkan sampai meraih gelar MBA dari Fuqua School of Business di Duke University. Ia menyabet gelar tersebut pada tahun 1988. Pada tahun 1982 Tim Cook mulai bekerja di raksasa teknologi IBM. Ia mengabdi cukup lama di perusahaan asal Amerika Serikat ini, yakni selama 12 tahun.

Foto: GettyImages/Justin Sullivan

Setelah berkiprah di IBM dan menempati jabatan direktur, Cook pindah ke perusahaan penjualan Intelligent Electronics dan menjabat sebagai Chief Operating Officer. Kemudian pada tahun 1997, dia kembali pindah ke produsen komputer Compaq. Cook memegang jabatan tinggi di sini, sebagai Vice President of Corporate Materials. Ditunjuk Langsung Steve Jobs Pada awal tahun 1998, Cook gabung ke Apple. Cook langsung ditunjuk sebagai Senior Vice President for Worldwide Operation. Steve Jobs sendiri yang menunjuk Cook karena meihat bakatnya yang besar. Terbukti kemudian, dia berhasil merancang jalur distribusi Apple yang sangat efisien dan membangun relasi kuat dengan para manufaktur gadget Apple. Pada tahun 2007, Cook dipromosikan menjadi Chief Operating Officer. Dia menjadi salah satu orang yang paling dipercaya Steve Jobs. Ada cerita menarik tentang Cook kala memutuskan gabung ke Apple. Dia menceritakan hanya butuh waktu 5 menit sampai akhirnya memutuskan bergabung dengan raksasa teknologi ini. Saat masih bekerja di perusahaan komputer Compaq, ia mendapatkan tawaran untuk mengisi posisi operation executive oleh Apple. Dia diwawancara oleh Steve Jobs saat itu. "Saat itu adalah pertemuan yang sangat menarik," kenangnya. Tak butuh waktu lama alias cuma 5 menit setelah pertemuan dengan Jobs, Cook pun memutuskan pindah 'kapal'. Alasan Cook menerima pinangan Apple karena dia terkesan dengan visi misi Jobs. "Visi dia mengenai iMac saat itu sangat berbeda dengan kompetitor di pasaran," ucapnya. Cook memang dipandang tidak dapat menandingi visi seorang Steve Jobs. Namun demikian, ia dijuluki sebagai maestro dalam operasi bisnis. Penjuluknya pun tidak sembarangan, yakni majalah bisnis Fortune. Tidak seperti Jobs yang kadang meledak-ledak, Cook lebih kalem dan bicaranya lembut. Ia memilih untuk tidak menikah. Dia antusias dalam hal fitness dan olahraga, sering bersepeda atau hiking secara rutin.

Bersama para legenda Bollywood. Foto: internet

Dia berkomitmen penuh pada Apple. Suatu ketika, dia mengatakan keputusan gabung dengan Apple adalah salah satu hal terbaik dalam hidupnya. "Bekerja di Apple bukanlah sebuah rencana bagiku, namun tanpa keraguan inilah keputusan terbaik yang pernah aku lakukan," ucapnya. Mengaku Gay Sudah lama ada selentingan yang beredar bahwa Cook adalah seorang gay. Cook yang tidak menikah memang tidak pernah secara terang-terangan menyebut orientasi seksualnya. Namun berbagai media yakin bahwa dia adalah homoseksual. Sebagian pekerja Apple dikabarkan tahu Cook seorang gay dan akan tetap mendukungnya jika dia mempublikasikan pada publik. Dan isu itu memang benar, maka dengan jabatan sebagai CEO Apple akan membuat Cook sebagai gay paling powerful di dunia. Awal tahun 2011, Cook bahkan masuk posisi teratas dalam daftar indeks Power 50 di majalah Out. Daftar ini memeringkat siapa gay yang paling berkuasa. Akhirnya Cook membuka diri dan mengaku dirinya memang seorang gay. "Selama saya tidak mengakui kehidupan seksual saya, saya belum merasa bahwa pengakuan itu baik, sampai sekarang," katanya beberapa waktu lalu. "Jadi biarkan saya memperjelasnya. Saya bangga menjadi gay, dan saya menganggap menjadi gay adalah karunia Tuhan kepada saya," tandasnya. CEO Termahal Tim Cook masih mampu mempertahankan Apple di jalur kejayaan pasca meninggalnya Jobs. Dia pun menjadi CEO termahal karena bayarannya sangat tinggi. Diperkirakan, kekayaan terakhirnya mencapai USD 785 juta. Tercatat dari laporan Bloomberg soal pendapatan dari perusahaan Top 25 S&P 500, dia meraih pendapatan sebesar USD 145 juta atau sekitar Rp 1,93 triliun.

Kehadirannya sebagai pembuat applikasi di usia yang masih belia, 10 tahun menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) minggu lalu dan ternyata Yuma Soerianto murid sekolah Midle Park Primary School di Melbourne tersebut berasal dari Indonesia.

Worldwide Developers Conference diselenggarakan setiap tahun oleh perusahaan teknologi raksasa Apple, menjadi ajang berkumpul mereka yang berkecimpung para pembuat aplikasi, dan bagi Yuma Soerianto ini adalah untuk pertama kalinya dia menghadiri konferensi tersebut.

Minggu lalu, sebelum acara resmi berlangsung, Yuma sempat bertemu dengan CEO, bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan applikasi yang dibuat oleh Yuma dalam perjalanan di pesawat antara Melbourne ke Amerika Serikat.

Pertemuan Yuma dengan Cook diliput oleh media, dan dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh dunia.

Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat Yuma yaitu aplikasi untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang.

Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan.

Ini menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja souvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka. "Keren sekali, hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemokan aplikasinya. "Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook, demikian lapor media minggu lalu.

Melihat nama keluarga Yuma yaitu Soerianto yang berbau Indonesia, ABC Australia Plus Indonesia kemudian berhasil mendapatkan kontak ayahnya Hendri Soerianto yang menemani perjalanan Yuma ke Amerika Serikat.

Hendri mengukuhkan bahwa dia berasal dari Indonesia.

"Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun." kata Hendri dalam percakapan email dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya.

Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut dan diberi nama Yuma karena "kami ingin namanya mudah diingat, dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Kami percaya kami adalah warga dunia."

Yuma menunjukkan aplikasinya kepada CEO Apple Tim Cook. (Photo: Supplied) Bertemu denganMichelleObama

Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang.

Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Supplied: Yuma Soerianto

Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke.

Apa pengalaman yang menarik dalam menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC) ini bagi Yuma?

"WWDC sangat mengesankan. Teknologi baru yang ada sangat menakjubkan."

"Ini untuk pertama kalinya saya mendaptkan bantuan profesional, dari orang-orang yang betul mengerti mengenai coding." kata Yuma.

Sebelumnya, Yuma hanya belajar coding dari YouTube, karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajar bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi.

"Hal baru yang saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karerna semuanya baru bagi saya."

"Orang-orang yang saya temui banyak diantaranya adalah para petinggi Apple dan tentu saja Tim Cook, CEO Apple. Saya juga sempat berbicara dengan Michelle Obama." kata Yuma lagi..

Yuma sekarang memiliki channel di YouTube dengan nama Anyone Can Code, dan anda bisa mengakses linknya di sini

Dalam wawancara dengan program Radio National ABC, Yuma mengatakan bahwa dia ingin membuat applikasi yang bisa mengubah dunia, dan juga dia ingin membagi ilmunya mengenai coding kepada siapa saja yang ingin belajar.

"Siapa saja bisa melakukan coding, bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya." katanya.

Ayahnya Hendri yang juga bekerja di bidang IT mengatakan Yuma memang ingin menyebarkan ilmunya kepada yang lain.

"Akan bagus sekali bila dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding," kata Hendri.

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page