MISTERI PENEMUAN MAYAT DI SUKABUMI DAN KASUS PENGANIAYAAN ADIK JEREMY THOMAS
- Jul 17, 2017
- 2 min read
RIFAN FINANCINDO
RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Mayat perempuan yang ditemukan di perbukitan tebing Puncak Loceng, Gunung Arca, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (16/7/2017) siang akhirnya diketahui identitasnya.Korban diketahui bernama Yayan binti Damini (49), warga Kampung Ciganda, RT 07 RW 03, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi.Keluarga mengenali jasad perempuan tanpa identitas itu dari pakaian, sandal dan jam yang dipakai korban. Korban dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Sabtu (8/7/2017)."Adik korban mengenalinya karena ada kesamaan dari pakaian, sandal dan jam yang digunakan oleh korban," kata Kepala Polres Sukabumi AKBP Syahduddi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (17/7/2017) pagi.
Dia menuturkan, dari keterangan sementara keluarga bahwa korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (8/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban hendak pergi ke pasar untuk belanja keperluan acara pernikahan anaknya.
"Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna orange dengan nomor polisi F 3611 TS dan membawa uang sebesar Rp 18 juta," tuturnya.
Syahduddi menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus penemuan mayat tersebut. Sejumlah saksi akan dimintai keterangan, dan pihaknya kembali melaksanakan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti.
"Hasil identifikasi, terdapat luka benda tajam pada ulu hati sebelah kiri, dan pada perut serta usus terurai," jelas mantan Kapolres Kuningan itu.
"Dan untuk mengetahui penyebab kematiannya akan dilakukan otopsi mayat," pungkasnya.
Saat ini, jasad Yayan masih tersimpan di ruang instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.
Sebelumnya, diberitakan sesosok mayat perempuan ditemukan di semak-semak perbukitan tebing Puncak Loceng, Gunung Arca, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (16/7/2017).
Mayat tanpa identitas ini ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari rumput sekitar pukul 14.00 WIB.
Selanjutnya penemuan mayat tersebut dilaporkan ke Polsek Nyalindung, Polres Sukabumi, Minggu petanKasie Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Prayogo, membenarkan ada anggota Satuan Narkoba yang diduga menganiaya putra artis peran Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas (19), Sabtu (15/7/2017) malam."Untuk anggota sudah diproses di Propam Polda Metro Jaya," kata Prayogo saat dihubungi Kompas.com pada Senin (17/7/2017) pagi.Dari cerita Jeremy, putranya diduga dianiaya oknum anggota polisi dan dipaksa mengaku telah menggunakan narkoba.Prayogo tidak merespons ketika ditanya lebih lanjut soal identitas dan jumlah oknum anggota yang diduga telah menganiaya Axel. Jeremy sebelumnya mengatakan, berdasarkan pengakuan Axel, ada dua oknum anggota polisi yang menganiaya dirinya dan menuduhnya menggunakan serta memiliki narkoba.Jeremy menceritakan, berdasarkan pengakuan Axel, awalnya dia mendapat telepon dari seorang teman dan diminta datang ke Hotel Crystal, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Axel yang saat itu sudah tiba di Kemang pun beranjak ke lokasi tersebut.Setibanya di sana, beberapa orang yang mengaku anggota Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta langsung mengamankan Axel. Mereka menuduh Axel melakukan penyalahgunaan narkoba.Setelah diperiksa dan tidak ditemukan narkoba, Axel pun dilepas. Namun, pihak keluarga yang tidak terima terhadap perlakuan oknum anggota kemudian melaporkan hal tersebut.Dari dokumentasi keluarga Jeremy, terlihat beberapa bekas luka pada wajah Axel. Sampai saat ini, Axel juga masih dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan..

Comments