top of page

RAMALAN TUA DINASTI SHANG, INDONESIA TEMBUS SEMIFINAL

  • Jul 31, 2017
  • 3 min read

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Sekitar 3.000 tahun yang lalu, para peramal dari dinasti Shang di China menuliskan prediksinya mengenai masa depan pada tulang bahu sapi atau tempurung kura-kura.

Ramalan tersebut berisi hampir segala hal, mulai dari pajak hingga cuaca.

Akan tetapi, ramalan tersebut ditulis menggunakan huruf-huruf tertua China yang sudah tidak dikenal lagi di masa sekarang, dan selama 100 tahun terakhir, para peneliti hanya mampu mengartikan 2.000 dari 5.000 karakter yang tertulis pada tulang-tulang tersebut.

Menghadapi jalan buntu, National Museum of Chinese Writing di Anyang, Provinsi Henan akhirnya mengambil tindakan drastis.

Dilaporkan dalam South China Morning Post 23 Juli 2017, museum tersebut menawarkan 100.000 yuan atau sekitar Rp 200 juta untuk setiap huruf yang dapat Anda artikan, tentunya dengan bukti yang mencukupi.

Sebagai petunjuk, pihak museum berkata bahwa mayoritas karakter dalam tulang ramalan merujuk pada nama orang atau tempat.

“Tulang-tulang tersebut berasal dari zaman dahulu dan banyak tempat yang kini telah berganti nama sehingga kami kesulitan untuk mengartikannya,” ujar Liu Fenghua, seorang pakar tulang ramalan dari Zhengzhou University.

Selain itu, Liu juga berkata bahwa kesulitan lain adalah kurangnya para pakar.

“Dikarenakan alasan finansial, banyak peneliti tulang ramalan yang mengganti fokus penelitiannya ke subyek lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, National Museum of Chinese Writing pun berharap untuk dapat membangkitkan lagi ketertarikan para peneliti terhadap tulang ramalan melalui sayembara ini.

Tulang naga

Menurut Emily Mark di Ancient History Encyclopedia, tulang ramalan yang juga dikenal sebagai tulang naga ini pertama kali ditemukan secara kebetulan oleh Wang Yirong, seorang peneliti tulisan kuno di China, pada tahun 1899.

Pada saat itu, Wang terkena malaria dan salah satu obat tradisional yang diresepkan oleh dokternya adalah tulang naga yang digerus.

Ketika Wang membeli obatnya, dia menyadari adanya tulisan antik pada tulang tersebut. Namun, sang penjual obat tidak mau memberitahukan sumbernya sehingga Wang pun membeli semua tulang yang ada untuk diteliti.

Sayangnya, Wang meninggal sebelum berhasil mengungkap rahasia tulang ramalan.

Penelitian tersebut pun terbengkalai hingga akhirnya, seorang ahli bahasa yang bernama Luo Zhenyu mengambil alih pada tahun 1908.

Luo juga berhasil mengetahui bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari luar kota Anyang dan penggalian dimulai pada tahun 1920-an.

Kini, satu abad telah berlalu dan para peneliti telah berhasil menemukan 200.000 tulang ramalan. Sekitar 50.000 di antaranya berisi tulisan yang masih menjadi misteri bagi para peneliti.

Dilansir dari Cambridge University Library, tulang ramalan telah menjadi sumber sejarah bagi para peneliti.

Mereka tidak hanya berisi nama-nama para kaisar dinasti Shang, tetapi juga waktu sebuah kota dibangun, tanaman yang umum pada masa tersebut, pernikahan anggota keluarga kerajaan, musibah, kejadian astronomi, dan kenaikan pajak.

Oleh sebab itu, mengartikan satu huruf saja dalam tulang ramalan akan mengungkapkan informasi baru yang luar biasa mengenai dinasti misterius ini.

Indonesia sukses menembus semifinal Kejuaraan Bola Voli Putra Asia XIX di Gresik, Jawa Timur.

Hasil ini menjadi sejarah karena belum pernah dilakukan oleh tim voli nasional dalam 18 penyelenggaraan sebelumnya.

Kepastian Indonesia melangkah ke babak empat besar ditentukan Agung Seganti dkk yang menyudahi perlawanan Iran 3-2 (18-25, 18-25, 25-23, 26-24, 15-11) di GOR Tri Dharma, Gresik, Minggu (30/7/2017) malam.

"Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal. Saya juga berterima kasih kepada dukungan penonton sehingga bisa memompa semangat tim yang sempat tertinggal di dua set sebelumnya,” ucap Manajer Kombes Nanang Masbudi selepas pertandingan.

Indonesia memang patut gembira.

Dalam pertandingan tersebut, Agung Seganti dkk sempat tertinggal dua set dari Iran dengan skor sama 18-25.

Berkat serangkaian inovasi taktik pelatih dan dukungan penonton yang memadati GOR Tri Dharma, Indonesia secara perlahan mampu mengatasi ketertinggalan untuk kemudian berbalik memenangi pertandingan.

Perlu diketahui, Iran merupakan penyandang gelar juara pada edisi 2011 dan 2013.

Mereka juga menyandang status sebagai peringkat pertama Asia dan peringkat ketujuh FIVB untuk tim putra U-23.

Indonesia selanjutnya bakal menantang Jepang di semifinal.

Pertandingan kedua tim ini bakal diselenggarakan di tempat sama, Senin (31/7/2017) malam.

Indonesia sempat bertemu dengan Jepang sehari sebelum mengalahkan Iran.

Ketika itu, Agung Seganti cs kalah tiga set langsung (23-25, 15-25, 12-25).

"Kalau sudah masuk semifinal rasanya sudah tanggung, mau tidak mau harus dilawan. Saya berkeyakinan, tidak ada yang tidak mungkin, seperti pertandingan malam ini. Asalkan tim tetap kompak dan menunjukkan kemampuan terbaik," tandas Nanang.

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page