NONGKRONG DAN BELAJAR DI TAMAN BANDUNG
- Aug 4, 2017
- 2 min read
RIFAN FINANCINDO
RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Banyu Leisure Park dibangun di sebagian lahan milik PDAM Tirtawening di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung, Jabar. Banyu Leisure Park berkonsep modern minimalis. Di tempat itu, terdapat foodcourt dan tenda-tenda makanan. Sejumlah menu makanan hadir di area seluas 1.100 meter persergi tersebut. Selain tempat makanan, di lokasi itu juga terdapat toko baju hingga barbershop. Di bagian utara, terdapat dinding yang telah dihiasi dengam mural berwarna. Di depan tembok bermural, terdapat tangga yang bisa dijadikan tempat duduk. Wali Kota Bandung yang karib disapa Emil menyambut baik hadirnya ruang terbuka tersebut. Menurut dia, munculnya tempat ini sudah sesuai dengan peraturan Wali Kota Bandung. "Ini bagian penerjemahan peraturan Wali Kota yang mewajibkan BUMD di Kota Bandung untuk tidak membuat asetnya mubazir. Apapun bisnisnya, lahan-lahan yang ada dalam lingkungan BUMD harus diaktivasi dan memiliki nilai ekonomi," ucap Emil. Emil menuturkan, Banyu Leisure Park sendiri bisa menjadi sarana untuk menyalurkan kreatifitas masyarakat khususnya anak muda di Kota Bandung. Terlebih, kata dia, hadirnya tempat ini mampu mendongkrak perekonomian di Kota Bandung. "Mudah-mudahan ini jadi contoh, khas Bandung yang kreatif, punya ruang-ruang berkarya, dan ritel untuk anak-anak muda Bandung," kata Emil.
Foto: Dony Indra Ramadhan
Di tempat yang sama, Dirut PDAM Sonny Salimi mengatakan, pembangunan Banyu Leisure Park ini dilakukan oleh pihak ketiga sejak awal tahun. Pihaknya hanya menyediakan lahan untuk pembangunan ini. "Ini sesuai Perwal yang memang menberikan peluang bagi seluruh BUMD untuk hisa mengoptimalkan aset-aset yang selama ini tidur. Hari ini kita membuktikan sanggup mengimplementasikan seluruh kebijakan Wali Kota," kata Sonny.
Foto: Dony Indra Ramadhan
Sementara untuk pengelolaan area tersebut, Sonny menyebut akan dilakukan oleh pihak ketiga. Dalam hal ini, pihaknya hanya mendapat royalti dan biaya sewa lahan dari pihak ketiga. "Tempat ini kita kerjasamakan dengan pihak ketiga sehingga kita mendapat sewanya, mendapat royaltinya, dan mereka mendapat tempat usahanya. Jadi win-win solution," kata dia.
Foto: Dony Indra Ramadhan
Usia anak rentan menjadi korban kekerasan dan kejahatan seksual. Perlu peran orang tua mengedukasi anak agar membentengi diri dari perbuatan tak senonoh. Ada empat jurus sederhana yang penting dilakukan anak kalau ada orang yang menyentuh tubuh dengan tak senonoh. Pendiri Yayasan Jaringan Relawan Independen (JaRI) Ilsa Nelwan mengatakan yang termasuk bagian tubuh pribadi yaitu mulut, bagian tubuh tubuh depan-belakang antara pinggang dan lutut, serta bagian dada (untuk perempuan). "Ada empat hal yang harus dilakukan apabila ada menyentuh tubuh secara tak senonoh. Pertama, anak harus menolak dan melawan. Katakan, 'jangan sentuh saya di situ'," ujar Ilsa di sela-sela peluncuran kampanye digital #AnakAman via media sosial (medsos) di salah satu restoran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat (4/8/2017). Lalu jurus kedua yaitu anak dapat berteriak meminta tolong apabila tindakan pertama tak berhasil. "Ketiga, lari atau pergi dari orang yang mengganggu itu," ucap Ilsa. Setelah itu, sambung Ilsa, langkah keempat ialah melaporkan segera kepada orang terdekat. Anak harus berani menyampaikan hal yang mengganggu dan mengancamnya. "Laporkan kepada orang tua atau orang dipercaya. Laporkan berulang, sampai anak itu mendapatkan pertolongan," ujar Ilsa menegaskan. Berdasarkan data KPAI yang diperoleh JaRI, pada 2015 mencatat sebanyak 2.898 laporan kasus kekerasan pada anak. Pada 2016 jumlah laporan naik mencapai 3.581 kasus. JaRI meluncurkan kampanye digital berlabel program #AnakAman guna menekan angka kejadian kekerasan dan kejahatan seksual pada anak. Program #AnakAman yang melibatkan orang tua guna mencegah hal tersebut dituangkan via medsos yaitu Twitter, Instagram dan Facebbok dengan akun @YayasanJari.

Comments