top of page

SARACEN MERUSAK BANGSA,MEMECAH BELAH PERSATUAN RI

  • Aug 29, 2017
  • 2 min read

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Menko Polhukam Wiranto mengatakan tindakan sindikat grup penyebar isu SARA, Saracen, masuk dalam wilayah pemecah belah persatuan bangsa. Kasus Saracen ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. "Saya kira kita sedang menunggu hasilnya," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).Wiranto mengatakan kebebasan dalam alam demokrasi memang dipersilakan. Namun ada batasnya."Kebebasan yang konstruktif. Bukan kebebasan yang destruktif atau merugikan masyarakat banyak," katanya."Apa yang dilakukan oleh kelompok Saracen jelas-jelas sudah masuk kepada wilayah untuk memecah belah kesatuan kita sebagai bangsa. Di mana kesatuan itu sedang dibutuhkan saat ini," tambahnya.Wiranto juga menuturkan, Presiden Jokowi tengah menggalakkan budaya kerja untuk membangun negeri. Namun di tengah upaya itu, ada saja pihak yang berupaya untuk memecah belah bangsa."Dengan segala kemampuan yang ada, pemerintah mencoba untuk menyatukan potensi negeri ini untuk membangun bersama-sama, tiba-tiba ada kelompok yang kerjanya hanya melakukan upaya-upaya mengadu sana, mengadu sini, membuat berita-berita yang meresahkan, yang mengganggu kita untuk bersatu. Tentu itu tidak bisa dibiarkan," jelasnya.Karena itu, lanjut Wiranto, polisi tengah menggali lebih jauh untuk melihat secara utuh kasus Saracen ini. Termasuk motif para pelaku apakah sekedar alasan ekonomi atau ada tendensi politik."Apakah motif mencari uang, apakah hobi saja atau tendensi politik. Politik diberi kebebasan kok untuk memberikan kampanye. Tapi kampanye yang konstruktif, bukan yang destruktif, yang menjelekkan, yang menjatuhkan orang lain. Itu akan menyebabkan keresahan di masyarakat. Ini yang kita cegah," jelasnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto mengingatkan bahaya sindikat penyebaran ujaran kebencian dan SARA, Saracen. Menurut Wiranto, serangan Saracen dapat mempengaruhi psikologis bangsa. "Ada ancaman baru yang tidak lagi tradisional. Saracen misalnya. Menyerang psikologis bangsa melalui berita-berita hoax," ujar Wiranto saat menjadi keynote speakar acara Simposium Nasional Pemuda Indonesia Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2017). Wiranto mengatakan ancaman hoax yang memanfaatkan teknologi itu bisa dengan bebas memasuki ruang publik. Akibatnya, opini publik pun akan terpengaruh. "Jadi sekarang ini lebih multidimensional. Serangannya menyerang secara psikologis lewat hoax. Bisa mengubah opini publik lewat hoax," katanya. Wiranto menambahkan, saat ini sebenarnya Indonesia tak perlu khawatir soal ancaman serangan secara militer. Menurutnya, serangan secara militer tak akan terjadi. "Jadi bukan lagi militer. Saya jamin nggak akan terjadi (serangan militer). Tapi melalui serangan seperti ini yang memanfaatkan teknologi. Saat ini ada perang ideologi, inilah yang perlahan-lahan menggerogoti ideologi bangsa kita," sebutnya. Wiranto menyebut, masyarakat Indonesia harus mulai mengubah mindset soal ancaman terhadap NKRI yang hanya terbatas pada serangan secara militer saja. Menurutnya, perang ideologi dan penyebaran hoax adalah upaya serangan yang nyata. "Ini yang kemudian harus kita lihat, ancaman ideologis inilah. Kemarin pemerintah secara dini mencegah ideologi selain pancasila. Jangan sampai mereka berkembang," tururnya. "Itu bukan sewenang-wenang. Bukan memusuhi Islam, yang ambil keputusan juga orang Islam. Tapi muncul hoax, pemerintah otoriter dan sebagainya. Padahal bukan, tidak sama sekali. Kita menjaga

rifan financindo, rifanfinancindo, pt rifan financindo, rifan financindo berjangka, rifanfinancindo berjangka, rifanberjangka, rfinancindo, rfberjangka, rfb, rifanberjangka, rifan financindo semarang, investasi online, investasi komoditi, investasi legal, pt rifan financindo berjangka, pt rifan financindo semarang, rifanfinancindoberjangka,ptrifanfinancindoberjangka`keutuhan NKRI dan ideologi pancasila," imbuhnya.

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page