top of page

BOM HIDROGEN ALA KORUT, BAGAIMANA PENJELASANNYA?

  • Aug 31, 2017
  • 3 min read

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Korea Utara mengklaim telah sukses menggelar uji coba bom nuklir. Uji coba ini semakin mendekatkan tujuan Korea Utara untuk mencapai tujuannya terkait rudal balistik antarbenua.Seperti dilansir CNN, Minggu (4/9/2017), bom hidrogen ini memiliki hasil yang yang jauh lebih besar dibanding dari senjata tradisional. Artinya, perangkat bisa lebih kecil namun memberikan efek kehancuran yang lebih besar.Bom hidrogen, atau bom H menggunakan fusi, proses yang sama yang memberi kekuatan pada sinar matahari. Dalam bom hidrogen (termonuklir), isotop 'berat' hidrogen dipaksa untuk melepaskan pukulan yang jauh lebih besar-ratusan atau bahkan ribuan kali lebih kuat daripada satu-satunya senjata nuklir yang telah digunakan dalam peperangan.Bom atom juga menggunakan proses yang disebut fisi. Mereka membagi plutonium dan/atau uranium menjadi atom yang lebih kecil dalam reaksi berantai yang mengeluarkan sejumlah energi yang besar.Sementara itu, NORSAR, sebuah kelompok yang berbasis di Norwegia yang memantau uji coba nuklir, menyatakan bom hidrogen yang diuji coba oleh Korea Utara itu delapan kali lebih kuat dari bom nuklir yang dijatuhkan di Hirosima pada tahun 1945. Berdasarkan getaran dalam uji coba tersebut, NORSAR memperkirakan itu mempunyai hasil ledakan 120 kiloton. Hiroshima sendiri memiliki 15 kiloton.Namun pejabat Korea Selatan memberikan perkiraan yang lebih sederhana, dengan mengatakan bahwa bom itu memiliki hasil 50 kiloton. Terlepas dari hal itu, uji coba kali ini disebut jauh lebih besar dari semua uji coba sebelumnya dan menunjukkan peningkatan ambisi dalam program nuklir Korea Utara.Beragam kecaman pun muncul atas tindakan Korea Utara itu. Salah satunya dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam embargo negara mana pun yang melakukan bisnis perdagangan dengan negara Korea Utara menyusul uji coba nuklir.Dilansir AFP, Senin (4/9/2017), Trump menyerukan ancaman tersebut melalui akun twitter miliknya. Dia juga mencuitkan sejumlah poin lainnya terkait Korut."Amerika Serikat sedang mempertimbangkan, selain pilihan lain, menghentikan semua perdagangan dengan negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Korea Utara," demikian tulis Trump di akun twitternya.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan bom hidrogen yang diklaim telah diuji coba oleh Korea Utara merupakan bom yang masuk dalam tipe canggih. Efek yang dihasilkan dari ledakan bom itu pun sangat luar biasa. "Bom hidrogen salah satu bentuk bom yang cukup canggih, kalau benar-benar digunakan itu kekuatannya dahsyat punya dampak yang luar biasa," kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, kepada detikcom, Minggu (3/9/2017) malam. Djarot bahkan menyebut bom hidrogen itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan bom nuklir yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki. Bom hidrogen itu juga disebut seperti senjata pemusnah massal. "Kalau benar itu bom hidrogen maka dampaknya bisa ribuan kali lebih dahsyat daripada bom atom Hirosima dan Nagasaki," tuturnya.

Menurut Djarot, tidak semua negara bisa mengembangkan bom hidrogen seperti yang diklaim oleh Korea Utara. Hal itu dikarenakan bom hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat kesulitannya sangat tinggi. "Bom hidrogen adalah versi lebih maju dari bom atom yang membutuhkan nuklir yang sulit didapat plus tingkat kesulitannya lebih tinggi," terangnya. Selain itu, bom hidrogen pun memiliki perbedaan secara kimia. Bom hidrogen berbeda dengan bom eskplosif yang digunakan teroris internasional yang kerap digunakan di Indonesia atau negara lain. "Bom hidrogen itu sesuatu yang mungkin berbeda apa yang terjadi secara kimia, secara bom eksplosif yang digunakan oleh teroris konvensional yang kita temui di Indonesia baik di Timur Tengah baik tapi itu bentuk lain suatu reaksi di mana tidak setiap negara bisa melakukan meskipun itu boleh dikatakan secama bom atom, bukan sebuah bahan kimia yang didapatkan dengan mudah," papar Djarot.

Meski begitu, Djarot belum bisa memastikan secara detail mengenai bom hidrogen yang diklaim oleh Korea Utara itu. Negara-negara di sekitar pun masih mendeteksi benar-tidaknya klaim bom hidrogen dari negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un itu. "Kita memang masih belum jelas apa yang terjadi di Korea Utara, beberapa orang menganggap ada sedikit getaran atau gempa, uji coba bom hidrogen tersebut tetapi nanti beberapa negara sekitar Tiongkok, Jepang, Korea Selatan bisa mendeteksi apakah yang diklaim oleh Korea Utara itu benar atau tidak," ucapnya. Seperti diketahui, Korea Utara telah menggelar uji coba bom nuklir, Minggu (3/9). Uji coba yang diperintahkan oleh pimpinan Korut, Kim Jong-Un itu berlangsung dengan sukses sempurna. Uji coba ini juga disebut sebagai langkah 'penuh makna' dalam menyempurnakan program senjata nuklir Korut. Bom buatan Korut ini dirancang untuk bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru milik Korut. Beragam reaksi keras pun bermunculan usai uji coba nuklir Korut tersebut. Korea Selatan, Jepang, China hingga Prancis kompak memberikan kecaman terhadap tindakan Korut tersebut.

| rifan financindo | rifanfinancindo | pt rifan financindo | | rifanfinancindo berjangka | rifanberjangka | rfinancindo | rfberjangka | rfb | rifanberjangka | rifan financindo semarang | investasi online | investasi komoditi | investasi legal |pt rifan financindo berjangka | pt rifan financindo semarang | rifanfinancindoberjangka | ptrifanfinancindoberjangka

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page