NASIB GURU NGAJI YANG LUMPUH, WALIKOTA SOLO STERILKAN AREA BENTENG
- Sep 4, 2017
- 2 min read
RIFAN FINANCINDO
RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Kisah hidup Sugiarto, seorang guru ngaji asal desa Karangbawang, Ajibarang sempat membuat publik terenyuh. Dalam keadaan lumpuh, 17 tahun sudah, ia masih setia mengajar para santrinya meski dengan cara berbaring telentang karena tak kuasa duduk.Pasca beritanya viral, perhatian terhadap guru ngaji itu berdatangan.Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas langsung turun tangan untuk membantu upaya penyembuhan ustaz tersebut.Petugas Dinas Kesehatan berupaya membujuk alumni pesantren itu agar mau diboyong ke rumah sakit.Baca: VIDEO Kegigihan Sugiarto Meski Lumpuh Tetap Mengajar Ngaji di BanyumasPerawatan terhadap Sugi bisa lebih maksimal di rumah sakit karena didukung tenaga dan peralatan medis yang lengkap.Apakah Sugi bersedia menerima tawaran itu?Ternyata tak gampang membujuk ustaz Sugi agar bersedia dibawa ke rumah sakit. Meski telah dibujuk berulangkali, Sugi bersikukuh ingin tetap di rumah. Upaya pemerintah untuk membawa Sugi ke rumah sakit hingga kini belum berhasil."Pak Sugi sudah dibujuk untuk ke rumah sakit tidak pernah mau. Dia maunya dirawat di rumah," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto, Senin (4/9).
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di pelataran Benteng Vastenburg, Solo.
Pasalnya, ia menilai keberadaan PKL membuat beberapa pohon di benteng tersebut menjadi rusak.
"Lha gimana, beberapa pohon yang berada di Benteng Vastenburgsampai melengkung, karena difungsikan sebagai penyangga tenda. Jadi kumuh," ujarnya, Senin (4/9/2017).
Wali Kota Rudy pun menegaskan, pihaknya langsung memberlakukan larangan tersebut tanpa tahap sosialisasi.
Ia pun mengatakan, sebenarnya pihaknya sudab mengingatkan para PKL agar tidam mengikatkan tenda ke pohon.
Hal tersebut, ungkapnya, karena tali tenda dapat merusak bentuk pohon. "Kalau seperti itu, kan, batang pohon akan melengkung karena terus-menerus menahan beban," katanya.
Untuk membenahi pohon yang rusak tersebut, Rudy akan berkoordinasi kepada Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Luluk Nurhayati, untuk meluruskan pohon yang melengkung.
“Juga sekalian memangkas cabang-cabang yang mati agar tidak patah. Serta bisa saja nanti ada penanaman pohon kembali di tempat tersebut biar semakin sejuk,” kata Wali Kota.

Comments