top of page

KASUS PENCABULAN OLEH DRIVER ONLINE

  • Sep 7, 2017
  • 2 min read

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Bejat nian kelakuan driver ojek online, Chairulloh (37). Dia tega mencabuli penumpangnya yang minta diantar berangkat ke tempat praktik kerja lapangan (PKL). Chairulloh ditangkap polisi karena diduga mencabuli siswi berusia 17 tahun di Matraman, Jakarta Timur. Korban dicabuli saat hendak pergi ke tempat PKL atau tempat magang kerja di Jakarta Pusat. "Tersangka seorang driverojek online, korbannya saat itu hendak berangkat PKL di kawasan Jakarta Pusat," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo. Andry mengatakan kasus bermula saat korban hendak berangkat dari rumahnya di Manggarai, Jaksel, menuju ke tempat PKL, Rabu, 6 September 2017, sekitar pukul 07.30 WIB. Korban lalu memesan order ojek online yang dikemudikan pelaku. Bukannya diantar ke lokasi PKL, korban justru dibawa pelaku ke rumah temannya di Jl Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur. Pelaku memaksa korban masuk ke rumah yang saat itu dalam keadaan kosong. "Korban dipaksa menuruti nafsu pelaku, kira-kira sampai 10 menit di rumah itu," imbuhnya. Setelah itu, pelaku mengantarkan korban ke tempat PKL. Korban lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Orang tua korban yang mendengar cerita itu geram dan berusaha mencari pelaku bersama warga lainnya. Pelaku akhirnya bisa diamankan warga dan langsung digelandang ke Mapolres Jakarta Timur. Dari tangan pelaku, barang bukti yang didapat di antaranya sebuah celana dalam dan seragam sekolah milik korban. "Pelaku mengakui melakukan perbuatan cabul terhadap para korban. Masih kami lakukan pendalaman dari keterangan korban maupun pelaku," terang Andry. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

- Driver GrabBike, Chairulloh (37) tega mencabuli penumpangnya yang merupakan siswi berusia 17 tahun. Pihak Grab telah memutus kemitraan dengan driver tersebut dan memberi bantuan kepada korban. "Sesuai dengan kebijakan kami yang tidak memberikan toleransi terhadap segala tindak kejahatan dan pelanggaran berat oleh mitra pengemudi, kami telah memutus kemitraan dengan mitra pengemudi tersebut," ujar Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar dalam pesan kepada detikcom, Kamis (7/9/2017). Mediko mengatakan, Grab memberi bantuan dan dukungan yang dibutuhkan korban serta keluarga terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Order Diantar ke Tempat Magang, Siswi Dicabuli Driver Ojek Online

"Prioritas kami saat ini adalah memberikan dukungan penuh dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang dan keluarganya, serta bekerja sama dengan kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya. Investigasi oleh pihak berwajib tengah berlangsung," kata Mediko. Sementara itu, Grab mendapat informasi bahwa penumpang sebelumnya memesan ojek online tersebut tidak melalui aplikasi. Antara penumpang dengan Chairulloh diketahui telah mengenal satu sama lain. Ketika insiden pelecehan seksual terjadi, Grab tidak memiliki rekam data perjalanan di sistem. "Kami meminta maaf sebesar-besarnya telah mengecewakan para pengguna dan masyarakat secara umum," ujar Mediko. Saat ini pelaku pencabulan telah ditangkap dan dibawa ke Mapolres Jakarta Timur. Dari tangan pelaku, barang bukti yang didapat yakni sebuah celana dalam dan seragam sekolah milik korban. "Pelaku mengakui melakukan perbuatan cabul terhadap para korban. Masih kami lakukan pendalaman dari keterangan korban maupun pelaku," terang Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo.

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page