top of page

MAYAT DI BAD COVER, MISTERI YANG HARUS DI PECAHKAN

  • Sep 13, 2017
  • 2 min read

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO - SEMARANG, Waktu magrib pada Minggu (10/9) menjadi salat terakhir Husni Zarkasih (58) bersama istrinya Zakiah Husni (53) di Musala Al-Ma'ruf dekat rumahnya, Tanah Abang, Jakpus. Insiden perampokan setelah salat itu menjadi akhir hidup bagi pasangan suami istri tersebut. Dari penuturan salah satu jemaah di Musala Al-Ma'ruf, Husni menjadi imam salat magrib tersebut. Di kehidupan sehari-harinya, Husni memang menjadi imam di salat subuh, magrib dan isya. Pada malam itu sosok Husni juga terlihat berbeda. Seolah menjadi pertanda dirinya akan segera 'pergi'.

Baca juga: Pasutri Dibunuh dengan Bedcover Masih Kenakan Baju Koko dan Mukena

"Iya, dia magrib masih jadi imam. Saya juga ada, saya pasti ikut karena yang azan kan saya," ujar jemaah Musala Al-Ma'ruf, Satria di Jalan Pengairan, Kelurahan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/9) malam. "Nggak ada tanda-tanda sih (usai salat), cuma keliatan diam saja, biasanya kan senyam-senyum, nanyain kabar saya saja, biasanya ngobrol lama, cuma ini nggak, dia langsung pulang," lanjutnya.

Baca juga: Jejak Jakarta-Purbalingga di Misteri Pembunuhan dalam Bedcover

Satria yang juga merupakan pengurus di musala tersebut mengungkapkan, Husni sempat menitipkan pesan kepadanya. Pesan terakhirnya yakni agar musala tersebut dijaga dan dirawat dengan baik. "Pada saat saya sama beliau bersih-bersih (untuk yang terakhir kalinya), beliau berpesan ya supaya musala itu dijaga dan dirawat. Cuma pesan itu saja, saya nggak ngeh kalau ujungnya ada begini," ungkap Satria. Selepas salat magrib, Husni dan Zakiah pulang ke rumahnya. Insiden sadis dan nahas itu terjadi. Keduanya menjadi korban perampokan dan tewas dibunuh. Jenazah keduanya terbungkus bedcover dan dibuang ke Sungai Klawing, Purbalingga. Saat ditemukan di sungai pada Senin (11/9) pagi, Husni masih mengenakan baju koko, peci putih dan sarung yang dipakainya saat salat magrib. Begitupun dengan ZAakiah yang mengenakan mukena berwarna ungu.

Baca juga: Polisi Duga Pembunuh Pasutri Terbungkus Bedcover Lebih dari 1 Orang

"Ya mereka suami-istri, ada luka di kepala, wajah dan posisi dalam kondisi terikat tangan dan kaki, serta terbungkus bedcover. Keduanya pada posisi bersebelahan. Dan ada bercak darah di atas jembatan, dimungkinkan (mayat) dilempar dari atas jembatan," jelas Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Tarjono Sapto Nugroho kepada wartawan di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto, Senin (11/9). Polisi hingga saat ini masih memburu pelaku pembunuhan pasutri yang terbungkus dalam bedcover tersebut. Diduga pelaku pembunuhan lebih dari satu orang dan kemungkinan saling mengenal dengan korban. "Pelaku lebih dari satu. Besar kemungkinan kenal dengan korban," kata Tarjono.

Tiga orang pembunuh Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53), pasutri yang ditemukan tewas dalam bedcover, ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, Jawa Tengah. Mereka ditangkap saat sedang foya-foya. "Dia ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, sedang foya-foya, karaoke," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Rabu (13/9/2017). Pelaku ditangkap pada Selasa (12/9) malam kemarin. Tiga pelaku itu berinsial AZ, EK, dan SU. "Sekarang masih di Semarang," ujarnya.

Baca juga: Salat dan Pesan Terakhir Pasutri yang Tewas dalam Bedcover

Husni dan Zakiah, yang merupakan pengusaha garmen, diduga dirampok di rumahnya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Minggu (10/9/2017). Mereka kemudian dibawa pergi menggunakan mobil. Emas hingga brankas juga dibawa kabur. Pada Senin (11/9) pagi, mayat keduanya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah yang berjarak 360 km dari rumahnya. Mayat keduanya ditemukan terbungkus bedcover.

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page