top of page

Kasus Gizi Buruk dan Campak di Asmat

  • Jan 23, 2018
  • 2 min read

PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –Menteri Sosial Idrus Marham memastikan kasus gizi buruk dan campak di Agats, kabupaten Asmat, Papua tertangani dengan baik. Idrus berkata, telah ada tim terpadu yang bekerja menangani para korban tersebut.

"Yang perlu diperhatikan satu bulan sejak pertama ditangani, perawatan anak-anak ini harus tuntas. Sebab kalau tidak dikawatirkan akan kembali terulang," kata Idrus dalam keterangannya, Sabtu (20/01/2018).

Menurut Idrus, tim terpadu yang diantaranya para dokter dan tenaga kesehatan, telah bekerja dengan maksimal.

Meski demikian, ia meminta maaf jika ada warga yang mungkin belum tersentuh layanan kesehatan karena kontur medan yang sulit.

Idrus juga mengungkapkan, pihaknya pun telah memberikan bantuan beras, sebanyak 3 ton. Selain beras, ada juga makanan tambahan, termasuk untuk anak- anak sebanyak 25.000 paket.

Bantuan tersebut, kata Idrus, telah terkoordinasi melalui posko bantuan yang sudah didirikan.

"Ini bisa pastikan, bantuan ini sudah terdistribusi dengan baik," katanya.

Bantuan untuk Agats ditingkatkan

Idrus menambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan bantuan untuk warga di Agats, kabupaten Asmat, Papua.

Menurut dia, bantuan Kemensos di Agats sudah lebih tujuh tahun berlangsung, di antaranya melalui program

Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang menyentuh empat desa.

"Ke depan ini bisa ditingkatkan," kata Idrus.

Tak berbeda, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kemensos, Harry Hikmat berkata, pihaknya akan membantu dengan memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Agats.

Kata dia, pihaknya akan meningkatkan kepesertaan program keluarga harapan (PKH) dari 391 akan ditingkatkan menjadi 13.000 keluarga.

"Untuk PKH nantinya tidak hanya dalam bantuan uang namun juga menerjunkan pendamping PKH. Saat ini baru ada 10 pendamping, dari yang dibutuhkan sebanyak 56 dengan rasio 1 pendamping terhadap 300 keluarga," kata Harry.

Tak cuma itu, Kemensos juga akan memperkuat pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Harry memastikan akan membentuk beberapa KSB dengan bersinergi dengan Tagana.

"Agar identifikasi bencana sosial semacam ini cepat terpantau, Mensos juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian lain, dalam hal ini dengan Kementerian Dalam Negeri," kata Harry.

Sebanyak 14 korban gizi buruk dan campak telah dievakuasi, ke RSUD Agats. Evakuasi dilakukan oleh tim satgas terpadu, Jumat (19/1/2018).

Selain diberikan tindakan medis korban yang mayoritas anak-anak juga diberikan makanan tambahan agar kondisi mereka dapat pulih kembali. MOH. NADLIR

Sumber: kompas.com

Fillsky – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page