top of page

Dino Patti Djalal: Perdamaian di Semenanjung Korea Bisa Mengadopsi Rumus Indonesia

  • Apr 9, 2018
  • 2 min read

PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –Pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mendorong pihak-pihak bertikai di Semenanjung Korea mengadopsi proses RI dalam menyelesaikan konflik di Aceh dan Timor Timur atau Timor Leste.

Saat bertemu Wakil Presiden Korea Utara Kim Yong Dae dan jajaran pejabat di Pyongyang pada 3-7 April 2018, dia menyampaikan beberapa hal tentang penyelesaian konflik itu.

"Walaupun situasi berbeda (antara Semenanjung dan Aceh-Timtim), ada beberapa rumus yang bisa digunakan untuk melihat ke depan," kata mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu, kepada Antara di Beijing, China, 8 April 2018, seperti dikutip dari Antara (9/4/2018).

Ia menyebutkan keempat faktor terpenting yang efektif mengatasi konflik, termasuk konflik di Semenanjung Korea, adalah kompromi, membangun rasa saling percaya, sabar, dan gigih.

Menurut dia, konflik di ujung tenggara dan barat laut wilayah NKRI itu berlangsung dalam waktu yang relatif lama, sehingga kesabaran dan kegigihan mutlak diperlukan.

Dino bersama tujuh pakar Asia lainnya yang tergabung dalam "Track 2 Delegation" mendapatkan undangan dari Pemerintah Korut untuk dimintai pendapatnya.

Sepulang dari Pyongyang, Sabtu 7 April 2018, siang para delegasi yang terdiri dari Indonesia sebanyak dua orang ditambah Myanmar, Selandia Baru, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Kamboja masing-masing satu orang itu singgah di Beijing.

Para delegasi di bawah kepemimpinan Dino itu berlatar belakang pengusaha, akademisi, peneliti, aktivis, dan lembaga swadaya masyarakat.

"Sejak tahun lalu kami mendorong perdamaian di Semenanjung, namun baru kali ini kami dipanggil. Mereka (pejabat Korut) tahun depan akan mengundang kami lagi," kata mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu pula.

Ia menganggap kedatangan delegasi di luar lembaga pemerintahan itu sebagai momentum yang tepat di tengah meningkat intensitas komunikasi antara Korut dengan China, AS, Jepang, dan Korsel untuk mengakhiri krisis nuklir di Semenanjung Korea.

"Memang komunikasi mereka sejauh ini masih defensif dan konfrontatif. Kami menawarkan model komunikasi yang berbeda sesuai dengan pengalaman masing-masing delegasi," ujarnya.

Sumber: liputan6.com

Fillsky – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page