top of page

NATO dan Ukraina Bicarakan Ketegangan dengan Rusia

  • Nov 27, 2018
  • 1 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO), Senin (26/11/2018) dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para pejabat Ukraina di Brussels terkait ketegangan dengan Rusia.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg sudah terlebih dahulu melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sebelum menggelar pertemuan.

"Sekjen menyampaikan dukungan penuh NATO terhadap integritas dan kedaulatan teritorial Ukraina, termasuk hak berlayar di wilayah perairannya sesuai dengan hukum internasional," demikian NATO terkait pembicaraan Stoltenberg dengan Preseiden Poroshenko.

Saat ini Kiev menuntut Rusia untuk membebaskan ketiga kapal dan awaknya. Kiev juga menyebut insiden itu sebagai "aksi agresi" baru Rusia setelah aneksasi Crimea pada 2014.

Sementara itu, militer Ukraina kini dalam kondisi siaga satu dan parlemen negeri itu akan mengambil voting terkait niat Poroshenko memberlakukan undang-undnag darurat selama 60 hari. Di sisi lain, Moskwa menyalahkan Kiev atas insiden di Selat Kerch itu.

Bahkan, Menteri Luar Negeri Rusia menganggap Ukraina tengah melakukan provokasi dan menggunakan metode berbahaya saat menempatkan kapal-kapal mereka di area itu. Bantahan Rusia ini memicu komentar dari utusan AS untuk negosiasi Ukraina,

Kurt Volker, "Rusia menabrak kapal Ukraina yang berlayar normal menuju sebuah pelabuhan Ukraina.

Rusia menyita kapal dan krunya lalu menuduh Ukraina yang memprovokasi?" tanya Volker lewat akun Twitternya. Akibat insiden itu, ketegangan amat terasa di Selat Kerch, tempat Rusia membangun sebuah jembatan baru yang menghubungkan negeri dengan Semenanjung Crimea.

Sumber : Kompas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page