top of page

Bio Farma Selesaikan Produksi 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19

  • Jan 26, 2021
  • 3 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Bio Farma memastikan telah memproduksi lebih lanjut 4 juta dosis vaksin Covid-19 berbahan baku Sinovac, melengkapi pasokan vaksin Covid-19 dalam kemasan finish product sebanyak 3 juta dosis yang sudah diterima dari pabrikan China tersebut pada Desember 2020.


Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan kolaborasi dengan Sinovac itu melalui dua mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi (finished product single dose) yang diperuntukan front liner di Indonesia, dan impor dalam bentuk bulk atau konsentrat vaksin.


"Dari bulk ini, akan diproses lebih lanjut di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma,” ujar Honesti seperti dikutip dari keterangan pers Bio Farma, Selasa (26/1/2021).


Pasokan vaksin impor dari Sinovac dalam bentuk barang jadi yang telah diterima Indonesia pada Desember 2020 itu sebanyak 3 juta dosis, yang mana 1,2 juta dosis di antaranya sudah terdistribusi ke 34 provinsi, dan sisanya 1,8 juta dosis mulai didistribusi tahap 2 pada pekan lalu ke 34 Provinsi.


Berikutnya, vaksin impor dalam bentuk bulk dari Sinovac telah diterima pada 12 Januari 2021 sebanyak 15 juta dosis. Menurutnya, sampai dengan Jumat (21/1/2021), sebanyak 4 juta dosis di antaranya sudah selesai diproduksi lebih lanjut menjadi barang jadi.


"Status produk- produk tersebut, saat ini sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan, dan diperkirakan sampai dengan Februari 2021, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin,” kata


Dengan demikian, masih ada bahan baku sebanyak 9 juta dosis yang menunggu proses produksi lebih lanjut.


Baca Juga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Menurutnya, vaksin dalam bentuk bulk dari Sinovac merupakan bagian dari 140 juta dosis yang akan diterima secara bertahap oleh Bio Farma. "Tahap pertama pengiriman bahan baku ini, sudah kami terima sebanyak 15 juta dosis pada 12 Januari 2021."


Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 untuk 181,5 juta penduduknya, atau setara dengan 426 juta dosis. Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin Covid-19 dari produsen Covid-19, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).


Dari Permenkes tersebut, pasok vaksin akan didapat dari PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc., BioNTech, Sinovac Life Sciences Co., Ltd, dan Novovax.


Tentunya keseluruhan vaksin Covid-19 tersebut, harus melaporkan hasil Uji Klinis 1 sampai dengan 3, dan mendapatkan EUA dari Badan POM.


Untuk dapat memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 tersebut, Bio Farma sudah melaksanakan amendemen supply agreement yang ditandatangani oleh Dirut Honesti Basyir pada 30 Desember 2020, dengan perusahaan farmasi asal Kanada, AstraZeneca, dan Novovax, masing-masing sebanyak 50 juta dosis. Untuk AstraZeneca, diperkirakan akan mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada dari Badan POM pada April 2021.


Sumber : Bisnis

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page