Dolar AS Terjerembab Setelah Tembus Rekor Tertinggi Sejak Juli 2020
- Nov 18, 2021
- 3 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Dolar AS terpeleset dari level tertinggi baru 16-bulan pada akhir perdagangan Kamis pagi di Asia. Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, tergelincir 0,101 persen menjadi 95,846, setelah sebelumnya menyentuh 96,266 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli 2020.
Tidak hanya dolar AS, euro juga melemah karena investor tengah menyesuaikan peluang pengetatan bank sentral di tengah meningkatnya tekanan harga, dengan Federal Reserve atau The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022.
Dibandingkan yen, dolar AS mencapai level tertinggi 4,5 tahun dan menguji level 1,12 dolar terhadap euro. Penguatan ini dibantu oleh data penjualan ritel AS yang kuat dan komentar hawkish dari pembuat kebijakan Fed, yang kontras dengan komentar dovish dari kepala Bank Sentral Eropa (ECB).
“Pasar sekarang mulai memahami bahwa Anda akan memiliki tema-tema yang berbeda di valas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker valas Oanda. "Saya pikir Anda berada dalam periode berombak ... Anda terus melihat pasar terpaku pada inflasi," katanya.
Pasar uang sekarang tengah memperkirakan kemungkinan besar kenaikan suku bunga Fed pada Juni, diikuti oleh yang lain pada November. Data CME menunjukkan kemungkinan 50 persen kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli 2022.
“Pasar berasumsi bahwa suku bunga utama akan dinaikkan pada paruh kedua tahun depan,” kata Antje Praefcke, ahli strategi valas di Commerzbank. "Bagi saya juga, dolar tetap merupakan 'beli saat penurunan' dalam jangka pendek."
Dolar AS melonjak pekan lalu setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik pada Oktober pada tingkat tercepat sejak 1990, dan momentum itu berlanjut hingga Selasa (16/11/2021) ketika sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel bulan lalu naik lebih kuat dari yang diperkirakan.
BacaJuga :
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
Di tempat lain, data pada Rabu (17/11/2021) menunjukkan inflasi pada Oktober mencapai level tertinggi 10 tahun di Inggris dan level tertinggi 18 tahun di Kanada.
Pound naik ke level tertinggi satu minggu terhadap dolar dan tertinggi 21 bulan terhadap euro setelah data Inggris, yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Komite Kebijakan Moneter (MPC) bank sentral Inggris (BoE) pada awal bulan depan.
“Meskipun masih ada sejumlah anggota MPC yang mengambil posisi bahwa inflasi bersifat sementara, kartu sekarang tampaknya mendukung pergantian hawkish dari bank sentral pada Desember,” kata Giles Coghlan, kepala analis di HYCM.
Dolar Kanada melemah, karena angka inflasi sejalan dengan perkiraan, dan karena harga minyak turun, sebagian akibat dolar AS yang kuat.
Dolar AS naik sejauh 114,975 yen, level tertinggi sejak Maret 2017, sebelum mundur ke 114,135 yen. Euro terakhir turun 0,07 persen pada US$1,1312. Dalam mata uang kripto, bitcoin diperdagangkan sekitar US$60.000, setelah turun di bawah level itu pada Selasa (16/11/2021) untuk pertama kalinya bulan ini.
Sumber : Bisnis

Comments