Harga Minyak Mentah Terhempas Aksi Ambil Untung di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga Naik
- Jan 14, 2022
- 2 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Harga minyak turun tipis dipicu investor yang mengambil keuntungan setelah dua hari terjadi kenaikan, di tengah kekhawatiran meningkatnya suku bunga AS yang agresif.
Meski demikian kerugian harga minyak mentah ini masih dibatasi ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi yang kuat akan meningkatkan permintaan.
Melansir laman financialpost.com, Jumat (14/1/2022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 29 sen, atau 0,4 persen menjadi USD 82,35 per barel, setelah naik 5,6 persen selama 2 hari terakhir.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent turun 2 sen, atau 0,5 persen menjadi USD 84,65 per barel. Harga minyak ini telah naik 4,7 persen dalam 2 hari sebelumnya.
"Data inflasi harga produsen AS, seperti bulan lalu dapat memberi tekanan pada The Fed untuk mengendalikan ekonomi, berpotensi menjadi hambatan pada harga minyak mentah dan mendukung dolar," kata John Kilduff, Mitra di Again Capital Management di New York.
Bahkan dia menyebut ini sebagai "faktor yang cukup mengkhawatirkan". Harga minyak biasanya bergerak terbalik terhadap dolar AS, dengan greenback yang lebih kuat membuat komoditas lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.
BacaJuga :
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
Kilduff mengatakan kenaikan klaim pengangguran awal lebih lanjut dapat melemahkan permintaan bensin.
Beberapa investor melihat lebih dalam pada data dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada hari sebelumnya.
Sementara persediaan minyak mentah turun lebih dari yang diharapkan, laporan itu juga menunjukkan permintaan bahan bakar telah terpukul dari Omicron.
Stok bensin meningkat 8 juta barel dalam seminggu hingga 7 Januari, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,4 juta barel.
“Pada kenyataannya, laporan EIA mingguan kurang bullish dari angka utama, karena total persediaan minyak mentah turun 4,8 juta barel tetapi lebih dari diimbangi oleh peningkatan stok di seluruh produk olahan,” kata Citi dalam sebuah catatan.
Penurunan persediaan minyak mentah "mungkin terkait dengan masalah pajak akhir tahun pada stok minyak di Texas dan Louisiana," tambah bank tersebut.
Sumber : Liputan 6

Comments