Keputusan OPEC Picu Harga Minyak Bergerak Liar
- Dec 3, 2021
- 3 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Harga minyak naik lebih dari satu persen lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat pagi (3/12/2021) di pasar Asia, dimana harga acuan berayun dalam kisaran US$5 setelah OPEC+ mengejutkan pasar dengan tetap berpegang pada rencananya untuk meningkatkan produksi secara perlahan.
Pasar bereaksi secara dramatis setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ mengeluarkan sedikit kejutan dengan tetap berpegang pada rencana untuk meningkatkan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
Minyak mentah berjangka Brent ditutup terangkat 80 sen atau 1,2 persen, menjadi menetap di US$69,67 per barel setelah menyentuh level terendah US$65,72 per barel pada hari itu.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 93 sen atau 1,4 persen, menjadi ditutup di US$66,50 per barel, setelah merosot ke serendah US$62,43 per barel.
Minyak berjangka reli, tetapi kombinasi ketidakpastian di sekitar varian Omicron, upaya pemerintah untuk membendung gelombang infeksi baru dan ekspektasi untuk lebih banyak pasokan membuat para pedagang tetap waspada.
"Pasar baru saja mencoba mencerna begitu banyak berita," kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth, AS. "Ini seperti ular piton yang memakan kuda poni."
Penasihat perdagangan komoditas serta institusi dan dana lindung nilai telah menjual juga, menutup posisi setelah tahun yang kuat secara keseluruhan untuk minyak mentah berjangka.
Sementara itu, OPEC+ memutuskan pada Kamis (2/12/2021) untuk meningkatkan pasokan pada Januari sejalan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sejak Agustus, kelompok produsen itu secara bertahap mengurangi pemotongan rekor yang disepakati pada tahun 2020.
BacaJuga :
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
"Saya pikir keputusan OPEC mengirimkan sinyal kepercayaan bahwa mereka yakin aksi harga baru-baru ini telah berlebihan," kata Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group.
Gedung Putih mengatakan menyambut baik keputusan itu, tetapi menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk melepaskan cadangan minyak mentah.
OPEC+ telah menambahkan 400.000 barel per hari ke targetnya, tetapi jauh dari itu secara bulanan karena kurangnya investasi di beberapa industri minyak anggota.
Pasokan tambahan datang ketika pasar bergulat dengan kurangnya kejelasan tentang tingkat keparahan varian virus corona Omicron dan apakah vaksin akan tetap efektif untuk melawannya.
Presiden AS Joe Biden mengatakan rencana pemerintahannya untuk memerangi COVID-19 tidak termasuk penutupan tetapi menambahkan bahwa para ahli percaya kasus virus Corona akan terus meningkat di musim dingin.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan bahwa varian Omicron tersebut dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu, badan kesehatan masyarakat Uni Eropa juga mengatakan varian tersebut dapat bertanggung jawab atas lebih dari setengah dari semua infeksi COVID-19 di Eropa dalam beberapa bulan.
Namun, pandangan JP Morgan Global Equity Research tetap bullish terkait dengan harga minyak dan memperkirakan akan melampaui US$125 per barel tahun depan dan US$150 pada tahun 2023 karena kekurangan yang disebabkan oleh kapasitas dalam produksi OPEC+.
Sumber : Bisnis

Comments