Pemulihan Terlihat, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5,3 Persen di 2021
- Mar 9, 2021
- 3 min read

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 4,5 persen hingga 5,3 persen pada 2021. Angka ini sangat ambisius di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah tetap optimis target pertumbuhan tahun ini tercapai. Apalagi berbagai indikantor perekonomian sudah menunjukan adanya perbaikan.
"Memang cukup ambisius, namun kita optimis karena banyak sekali indikator makro dan sektoral yang menggambarkan akan ada pemulihan ekonomi," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021.
Dia menyadari memang dibutuhkan kerja keras untuk mencapai hal tersebut. Setidaknya kebijakan dan berabagai program stimulus dari pemerintah di 2021 ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi domestik.
Susiwijono menambahkan, pemerintah saat ini juga telah menjalankan program vaksinasi yang diharapkan bisa mendorong herd immunity. Meski begitu, dia menyebut, protokol kesehatan tetap menjadi hal yang wajib dijalankan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, optimistis dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro (PPKM mikro) yang diperpanjang kembali, mulai 9 hingga 22 Maret 2021 bisa pulihkan ekonomi nasional di kuartal I 2021.
“Kita berharap bahwa PPKM mikro dan vaksinasi ini berjalan beriringan sehingga tentu akan menekan kasus lebih rendah, terutama fatality rate sehingga masyarakat bisa mempunyai confidence untuk berkegiatan ekonomi,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Senin (8/3/2021).
Lanjutnya, pemerintah mempunyai target vaksinasi bisa terus ditingkatkan, sekarang sudah masuk dalam tahap kedua yaitu penanganan lansia dan pekerja publik. Tentu dua-duanya ini didorong agar kegiatan ekonomi bisa bergerak secara paralel.
BacaJuga :
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka
“Apalagi pemerintah sudah memberikan kemudahan dalam bentuk PPnBM untuk otomotif dan kemudahan PPN untuk sektor properti,” katanya.
Tujuannya adalah jangka panjang ini Pertumbuhan ekonomi bisa masuk di angka 5 persen dan jangka pendeknya tergantung kepada perkembangan dan aktivitas masyarakat. Ia melihat dari segi mobility perekonomian sudah relatif baik.
Selain itu, aktivitas di sektor-sektor produktif juga sudah membaik. Tinggal momentum daripada kemudahan di demand side, apakah bisa mendorong dari segi supply side.
“Kami berharap bahwa sektor supply-side secara bertahap akan bergerak terutama kalau di properti itu bisa mengangkat 174 backward dan forward linkages,” ujarnya.
Hal serupa juga diharapkan untuk sektor otomotif bisa mendorong industri industri lain seperti industri baja, kaca, ban perbengkelan dan yang lainnya.
“Jadi tentu namanya PPKM ini memerlukan waktu untuk melihat efek positif terhadap perekonomian. Kita melihat PPKM mikro sudah bisa menekan kasus aktif dan juga tingkat kesembuhan meningkat tentu kita masih punya PR terkait dengan tingkat confirm fatality rate,” pungkasnya.
Sumber : Liputan 6

Comments